Belajar Menerima Kemampuan Diri melalui YOGA


Menyukai yoga tak harus menjadi penganut agama Budha. Yoga sudah sangat berkembang saat ini. Yoga membutuhkan pemusatan pada pernafasan, bukan sembarang bernafas tetapi bernafas melalui hidung.

Sesulit apapun gerakan yoga yang sedang kita lakukan, bernafas dengan hidung adalah wajib hukumnya, jangan pindahkan pernafasan kita pada mulut, karena hidung-lah yang berfungsi untuk bernafas dalam keadaan normal, bukan mulut.

Instruktur yoga biasanya akan mengarahkan peserta kelas yoga untuk memusatkan perhatian pada nafas dan fokus untuk mengontrol pikiran. Yoga melibatkan manusia secara utuh, baik tubuh maupun pikirannya. Tak heran jika akhirnya yoga juga mampu menghilangkan rasa sakit yang terjadi pada jiwa manusia.

Gerakan yoga memiliki banyak opsi untuk dilakukan. Lalu gerakan mana yang paling baik? Semuanya tentu sama baiknya. Opsi tersebut adalah pilihan untuk melihat gerakan mana yang mampu dilakukan oleh tubuh, sampai mana kemampuan tubuh untuk melakukan setiap gerakan.


“jika kemampuanmu adalah memikul beban 3 kg, jangan dipaksakan untuk memikul 5 kg. Pikullah 3 kg itu dengan sebaik-baiknya potensi yang kamu punya, maka kamu akan lebih mudah untuk memindahkan barang seberat 3o kg dengan sepuluh kali mengangkut. Jika kamu paksakan memikul 5 kg, mungkin pada angkutan ke-tiga badanmu akan sakit dan kamu tak bisa lagi melanjutkan tanggungjawabmu”, yoga mengajarkan kita melihat potensi diri, menerima potensi tersebut, dan menjadikan potensi tersebut agar memberi manfaat yang maksimal untuk tubuh (hidup).


pigeon pose by me (look at that happy face)

2 komentar:

Elfrinica Ocktarina Setyawaty mengatakan...

Ini bener bangettt! Aku diarahkan untuk melakukan gerakan yang agak rumit menurutku karena aku newbie, tapi di awal instrukturku selalu menginfokan "Bila merasa kurang nayaman silahkan kembali ke posisi awal saja, jangan dipaksakan".
You just blown up my mind that we need to focus on our ability, but do it to the max!
Nice blog btw Uci, keep writing yaaaaa :)
- Communico ergo sum -

Suci Marta mengatakan...

Makasi udah singgah ke blog ku ya ucha :)
Bener banget, ga ada yang boleh dipaksakan dalam hidup. Masing-masing kita berbeda satu sama lain, ga perlu merasa tertinggal saat kita ga bisa seperti orang lain. Kita sudah mendapatkan apa yang terbaik untuk kita pada waktu tertentu. Demikianlah kira-kira pelajaran yang didapat saat yoga :))